Akhirnya, Hiro mengajak Mika untuk bertemu di sekolah. Namun, Mika tak percaya kalau laki-laki berambut pirang yang mengerikan itu adalah secret admirernya. Sepulang sekolah Mika memergoki Hiro sedang menanam bunga yang dipetiknya untuk hadiah ulang tahun Mika (tapi ditolak karena Mika keduluan lari, shock melihat penelponnya adalah Hiro). Kemudian Hiro memberikan pelangi sebagai hadiah ulang tahun Mika. So sweet, desu yo ne~?
Hubungan mereka berdua pun semakin dekat, hingga Hiro mengajak Mika bolos sekolah dan pacaran di rumahnya (plus *beep*). Suatu hari, saat mereka janjian berkencan, Mika yang menunggu di pinggir jalan malah diculik dan diperkosa! Usut punya usut, ternyata ini semua ulah Saki, mantan Hiro. Hiro pun bertindak. Saki diseret kehadapan Mika. Mika sendiri yang masih shock hanya diam, dan kakak Hiro yang mengambil alih--memotong rambut Saki hingga hancur!
Shock dengan keadaannya, Mika tidak mau sekolah. Setiap hari Hiro menelpon Mika, membujuk nih ceritanya. Dan akhirnya Mika mau. Namun lagi-lagi ada cobaan. Di sekolah, di semua papan tulis dari kelas-kelas yang ada, telah ditulisi kata-kata yang merendahkan Mika. Hiro pun masuk dari kelas ke kelas, menghapus papan satu per satu sambil mengamuk, marah akan pelecehan terhadap pacarnya itu. Kemudian mereka berdua ke perpustakaan. Dan Mika berkata bahwa ia tidak takut lagi. Eh, ujung-ujungnya malah *beep* di perpustakaan (mana penjaga perpusnya ya???).
Akhirnya, kelakuan itu membuahkan hasil. Mika pun hamil. Hiro sangat antusias dan mengecat rambutnya menjadi hitam, memohon restu dari orang tua, kemudian berniat berhenti dari sekolah dan kerja demi Mika dan bayi yang dikandungnya. Namun, lagi-lagi cobaan untuk Mika. Ia didorong oleh Saki hingga terjatuh, dan janin itu pun keguguran. Merasa sedih, Mika dan Hiro pergi ke taman sekolah dan bersepakat akan pergi ke sana untuk berziarah setiap malam Natal.
Dari sini mulai gregetnya. Hiro tiba-tiba menjauh dari Mika tanpa alasan yang jelas. Tiba-tiba mengecat rambutnya menjadi pirang lagi, dan berpesta. Mika yang diberitahu oleh sahabatnya, Aya, pun datang dengan sedih. Larut malam, entah kenapa pacar Aya mencium Mika (ngelindur yang benar-benar berbahaya!). Mika pergi ke kamar mandi untuk mencuci mulutnya, namun ketika hendak masuk ke kamar, gadis itu dikejutkan oleh Hiro yang mencium Aya. Mika pun lari meninggalkan rumah Hiro. Tidak hanya itu saja, keesokan harinya Hiro mengajak Mika putus. WTH!
Waktu terus berjalan, dan Mika kini dicintai oleh Yu, teman kakak Mika yang sudah duduk di bangku universitas. Beda dengan Hiro yang emosinya meledak-ledak, Yu sangat perhatian dan tidak mencuri kesempatan dalam kesempitan. Buktinya, saat orang tua Mika yang terancam bercerai, Yu lah yang menyatukan keluarga itu lagi. Perlahan Mika mulai membalas perhatian Yu.
Malam Natal. Seperti biasa Mika mengunjungi makam janinnya, dan whoa! Dia menemukan Hiro sedang berziarah juga. Saking kesalnya, ia bertanya pada Hiro mengapa ia menghindari Mika, namun Hiro malah kabur. Mika yang mengikuti langkah Hiro di salju akhirnya menyerah dan kembali bersama Yu.
Eng..ing..eng... Bagaimanakah kelanjutan ceritanya? Penasaran ga? Tenang aja, setelah nonton kelanjutannya, posting ini akan disambung. Hahaha, review yang gj ya??


