Embun pada Senja

Aku ingin memuntahkan anganku dan membiarkannya meluber hingga ke dasar-dasarnya...

04 Juli 2009

KOIZORA

Seorang gadis yang bernama Mika itu adalah sosok yang tegar. Sungguh. Sangat tegar untuk seukuran gadis. Bahkan aku sendiri sudah lebih dulu menyangsikan bahwa takkan bisa menjadi kuat sepertinya. Ini adalah cerita cinta seorang laki-laki berambut pirang bernama Hiro, yang diam-diam menyukai Mika. Suatu saat, Mika kehilangan ponselnya, dan kebetulan Hiro yang menemukannya. Oleh Hiro, ponsel itu diletakkan di antara buku-buku perpustakaan. Dan ketika Mika menemukannya, nomor kontak dan pesan inbox-nya semua telah dihapus oleh Hiro. Sejak saat itu, Hiro menjadi pengagum rahasia yang setiap hari menelpon Mika, membuat Mika penasaran siapa sebenarnya orang di seberang telepon itu.

Akhirnya, Hiro mengajak Mika untuk bertemu di sekolah. Namun, Mika tak percaya kalau laki-laki berambut pirang yang mengerikan itu adalah secret admirernya. Sepulang sekolah Mika memergoki Hiro sedang menanam bunga yang dipetiknya untuk hadiah ulang tahun Mika (tapi ditolak karena Mika keduluan lari, shock melihat penelponnya adalah Hiro). Kemudian Hiro memberikan pelangi sebagai hadiah ulang tahun Mika. So sweet, desu yo ne~?

Hubungan mereka berdua pun semakin dekat, hingga Hiro mengajak Mika bolos sekolah dan pacaran di rumahnya (plus *beep*). Suatu hari, saat mereka janjian berkencan, Mika yang menunggu di pinggir jalan malah diculik dan diperkosa! Usut punya usut, ternyata ini semua ulah Saki, mantan Hiro. Hiro pun bertindak. Saki diseret kehadapan Mika. Mika sendiri yang masih shock hanya diam, dan kakak Hiro yang mengambil alih--memotong rambut Saki hingga hancur!

Shock dengan keadaannya, Mika tidak mau sekolah. Setiap hari Hiro menelpon Mika, membujuk nih ceritanya. Dan akhirnya Mika mau. Namun lagi-lagi ada cobaan. Di sekolah, di semua papan tulis dari kelas-kelas yang ada, telah ditulisi kata-kata yang merendahkan Mika. Hiro pun masuk dari kelas ke kelas, menghapus papan satu per satu sambil mengamuk, marah akan pelecehan terhadap pacarnya itu. Kemudian mereka berdua ke perpustakaan. Dan Mika berkata bahwa ia tidak takut lagi. Eh, ujung-ujungnya malah *beep* di perpustakaan (mana penjaga perpusnya ya???).

Akhirnya, kelakuan itu membuahkan hasil. Mika pun hamil. Hiro sangat antusias dan mengecat rambutnya menjadi hitam, memohon restu dari orang tua, kemudian berniat berhenti dari sekolah dan kerja demi Mika dan bayi yang dikandungnya. Namun, lagi-lagi cobaan untuk Mika. Ia didorong oleh Saki hingga terjatuh, dan janin itu pun keguguran. Merasa sedih, Mika dan Hiro pergi ke taman sekolah dan bersepakat akan pergi ke sana untuk berziarah setiap malam Natal.

Dari sini mulai gregetnya. Hiro tiba-tiba menjauh dari Mika tanpa alasan yang jelas. Tiba-tiba mengecat rambutnya menjadi pirang lagi, dan berpesta. Mika yang diberitahu oleh sahabatnya, Aya, pun datang dengan sedih. Larut malam, entah kenapa pacar Aya mencium Mika (ngelindur yang benar-benar berbahaya!). Mika pergi ke kamar mandi untuk mencuci mulutnya, namun ketika hendak masuk ke kamar, gadis itu dikejutkan oleh Hiro yang mencium Aya. Mika pun lari meninggalkan rumah Hiro. Tidak hanya itu saja, keesokan harinya Hiro mengajak Mika putus. WTH!

Waktu terus berjalan, dan Mika kini dicintai oleh Yu, teman kakak Mika yang sudah duduk di bangku universitas. Beda dengan Hiro yang emosinya meledak-ledak, Yu sangat perhatian dan tidak mencuri kesempatan dalam kesempitan. Buktinya, saat orang tua Mika yang terancam bercerai, Yu lah yang menyatukan keluarga itu lagi. Perlahan Mika mulai membalas perhatian Yu.

Malam Natal. Seperti biasa Mika mengunjungi makam janinnya, dan whoa! Dia menemukan Hiro sedang berziarah juga. Saking kesalnya, ia bertanya pada Hiro mengapa ia menghindari Mika, namun Hiro malah kabur. Mika yang mengikuti langkah Hiro di salju akhirnya menyerah dan kembali bersama Yu.

Eng..ing..eng... Bagaimanakah kelanjutan ceritanya? Penasaran ga? Tenang aja, setelah nonton kelanjutannya, posting ini akan disambung. Hahaha, review yang gj ya??

25 Juni 2009

dapet dari internet, hiks

Katanya sih begini.... Tapi banyak istilah yang Bodoh gak ngerti.... Huhu... Dongdong...
  • Cek Kabel, mulai dari Kabel yang masuk ke UPS/Stabilizer, kabel Power ke Monitor, kabel Monitor ke CPU dan kabel yang masuk ke Komputer. Pastikan pemasangannya telah sesuai dan kencang, serta arus listriknya ada dan cukup.

  • Jika terdapat CD-ROM / DVD-ROM dan bisa dibuka/tutup, maka kemungkinan permasalahan ada di komputer (CPU), mulai dari kabel power yang masuk ke motherboard atau motherboard itu sendiri, cek pemasangan kabelnya.

  • Jika dua langkah diatas sudah dicek, dan masih belum menyala, matikan komputer dan Reset BIOS di Motherboard. Caranya bisa dilihat di buku panduan motherboard, dan cari menu Reset BIOS. Biasanya untuk mereset BIOS dapat dilakukan pada Jumper 1 (JP1). Disana ada 3 pin, yang 2 diantaranya dihubungkan dengan sebuah konektor kecil. Untuk mereset, tinggal melepas dan memasang di 2 pin yang satunya. Misalnya 3 pin tersebut 1,2,3 dan pin 1 dan 2 sudah terhubung, maka untuk mereset tinggal melepas dan memasang di pin 2 dan 3. Biarkan sekitar 30 detik atau lebih kemudian kembalikan seperti semula. Nyalakan komputer.
    Baterai CMOS dan Reset Switch

  • Jika BIOS telah di reset dan masih tidak menyala, coba lepas Baterai CMOS, yang ada di motherboard. Diamkan sekitar 1 menit, kemudian dipasang kembali dan nyalakan komputer. Jika baterai sudah cukup lama, lebih dari 3 tahun, ada baiknya diganti dengan yang baru. Apalagi jika jam di komputer sering tidak cocok.

  • Jika kipas Processor / VGA berputar, tetapi komputer masih belum menyala, maka kemungkinan ada yang tidak beres dengan BIOS motherboard atau Motherboard memang sudah rusak. Mungkin BIOS perlu di Update, tetapi sebelum update, komputer harus bisa menyala (masuk BIOS) terlebih dahulu. Untuk melakukan hal itu, coba lepas kabel Hardisk, CD-ROM, Floppy. Kemudian, lepas Memori komputer (RAM) dan ganti di slot yang lain atau gunakan memori komputer lain. Hal ini mungkin harus diulangi sampai beberapa kali, hingga ada tanda-tanda kehidupan…

  • Jika CPU sudah kelihatan bekerja, hardisk berputar dan lampu led CPU berkedip-kedip tetapi monitor tidak ada tampilannya, maka kumungkinan VGA ( Kartu Grafis) komputer yang bermasalah. Coba ganti dengan VGA lain atau cek VGA tersebut di komputer lain (Hal ini jika VGA tidak jadi satu dengan motherboard).


15 Juni 2009

Kenapa Harus Corat-coret?

Hari ini, sepertinya murid SMA telah diumumkan kelulusannya. Ada murid, memakai baju putih yg telah dicorat-coret sedemikian rupa, lalu berpawai di jalanan.
Membuat suara bising selama beberapa saat.
Yg Bodoh herankan, kenapa baju itu harus dicorat-coret saat lulus?
Benar2 ga mengerti.
Mata Bodoh ga begitu sreg melihatnya.
Waktu Bodoh lulus SMA dulu, pakai baju batik, jadi gak mungkin dicorat-coret. Ada beberapa teman yg emang sengaja menyisipkan baju putih di tasnya,lalu mengenakannya dan meminta ttd pada teman2.
Kalo itu sih, Bodoh ambil bagian coret baju mereka, menggambar, lebih tepatnya. Hehe. Biar ingat aja.
Apa corat-coret dengan brush itu sama maksudnya dengan ttd itu?
Kalo iya, berarti wajar, kan sebagai kenang2an.. Kalo gak, waduh..

*krik.. Krik.. Krik*
kehabisan kata-kata.

(Dongdong.. Yg semangat ya UASna.. Muach)